Pengusaha UKM Diajak Melepas Saham di Pasar Modal

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) untuk dapat melakukan aksi korporasi berupa pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Melalui IPO, anggota JAPNAS diharapkan tidak lagi mengandalkan pendanaan dari perbankan.

Head of Strategy Potential Issuer Development BEI Yogi Brilliana menjelaskan banyak manfaat yang didapat dengan mencatatkam saham. Melalui pencatatan perdana saham, perusahaan mendapatkan pendanaan tanpa batas, meningkatkan peluang kinerja perusahaan, unlocking the value, insentif pajak, kemudahan mendapatkan mitra, dan mempercepat penerapan GCG.

“Saya harapkan teman-teman JAPNAS di sini mau melakukan go public. Tidak hanya mengandalkan dana perbankan,” kata Yogi, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat JAPNAS Bayu Priawan Djokosoetono menyambut baik ajakan BEI. Apalagi, tambahnya, upaya melakukan IPO saat ini tidak sulit. Sekarang pengusaha UKM dengan skala aset minimal Rp5 miliar sudah bisa melantai di bursa efek.

“Ini merupakan peluang bagus bagi kami para pelaku UKM untuk berkembang,” ungkap Bayu.

Bayu berharap anggota JAPNAS yang sebagian besar adalah UKM dapat melakukan aksi ini. Melalui IPO, ia percaya, UKM akan semakin besar. “Dengan melantai di pasar modal maka terbuka masuknya investasi di sektor ini,” imbuh Bayu.

Meski demikian, untuk menarik perusahaan agar dapat go public Bayu meminta kepada pihak bursa untuk lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada UKM. Ia mengakui banyak UKM-UKM yang belum mengerti IPO.

“Masih sedikit UKM yang memahami tata cara untuk mencatatkan di bursa, ditambah lagi adanya berbagai macam persyaratan yang harus dipenuhi UKM untuk go public. Ini lah yang membuat UKM agak ragu untuk go public,” pungkas Bayu.

(ABD)