Rupiah Keok di Rp14.862/USD

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat terhempas ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.820 per USD. Kendati demikian, mulai masuknya arus modal ke dalam negeri diharapkan bisa menekan pelemahan lebih lanjut.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 13 November 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp14.862 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.862 hingga Rp14.878 per USD dengan year to date di 9,76 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.666 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 602,12 poin atau 2,32 persen menjadi ditutup di 25.387,18 poin. Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 54,79 poin atau 1,97 persen menjadi berakhir pada 2.726,22 poin dan Komposit Nasdaq ditutup turun 206,03 poin atau 2,78 persen menjadi 7.200,87 poin.

Saham Apple jatuh 5,0 persen setelah beberapa pemasok ke perusahaan, termasuk Lumentum Holdings Inc, yang komponennya menggerakkan teknologi Face ID iPhone, memangkas proyeksi mereka. Penurunan Apple menghambat Nasdaq, yang turun lebih dari dua persen.

Kemudian saham Lumentum anjlok sebanyak 33,0 persen. Bahkan, saham beberapa produsen cip yang dijual ke Apple, seperti Cirrus Logic Inc, Qorvo Inc dan Skyworks Solutions Inc, juga rontok. Indeks Philadelphia SE Semiconductor jatuh 4,4 persen.

“Kekhawatirannya adalah tentang pertumbuhan ekonomi global, khususnya permintaan untuk produk perusahaan seperti Apple. Investor menjadi lebih risau tentang perusahaan-perusahaan yang tumbuh pesat dan apakah mereka akan terus tumbuh pada kecepatan itu,” kata Ahli Strategi Investasi Edward Jones Kate Warne, di St Louis.

Saham Goldman Sachs jatuh 7,5 persen setelah Bloomberg melaporkan bahwa Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan negara itu menuntut pengembalian dana penuh dari semua biaya yang dibayarkan ke bank Wall Street untuk mengatur kesepakatan miliaran dolar AS untuk dana negara yang bermasalah 1MDB.

(ABD)