BEI Terapkan Sistem Perhitungan Baru Tahun Depan

Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerapkan metode baru untuk menghitung indeks minimum jumlah saham emiten yang beredar atau (free float adjusted indeks). Perhitungan indeks jumlah saham terhadap kapitalisasi pasar ini akan diberlakukan pada Februari 2019.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menjelaskan sistem baru tersebut hanya diterapkan pada dua indeks, yakni LQ45 dan IDX30. Total saham minimum yang dimiliki investor kurang dari lima persen.

“Penyesuaian sistem free float akan terjadi penyesuaian (adjustment) dari saham-saham yang telah ada dalam indeks LQ45 dan IDX30,” ujar Laksono saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Ia menambahkan penerapan free float bertujuan untuk memberikan gambaran real nilai saham yang dapat diperoleh investor. Namun, ketentuan itu tidak berlaku bagi pemegang saham pengendali atau strategis.

“Kalau perusahaan market cap-nya besar tapi free float-nya kecil, kan kasihan aset manager karena tidak ada barang,” katanya.

Lebih lanjut, saham-saham dalam indeks LQ45 dan IDX30 bakal dihitung ulang berdasarkan jumlah saham beredarnya dan dari sisi likuiditas serta fundamental emiten yang bersangkutan.

Penerapan free float ini pun ditargetkan terealisasi pada semester I-2019. “Awal Februari dengan masa adjustment,” pungkas dia.

(AHL)