Pertemuan IMF-WB Buat IHSG Berpotensi Menguat

Jakarta: Pergerakan indeks Dow Jones dan S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir di zona merah di tengah kekhawatiran investor tentang prospek pertumbuhan ekonomi global. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,21 persen atau 56,21 poin ke level 26.430,57 dan indeks S&P 500 turun 0,14 persen ke 2.880,34.

Di sisi lain, Samuel Research Team mengungkapkan, indeks Nasdaq Composite mampu berakhir di zona positif meski hanya naik 0,03 persen atau 2,07 poin di level 7.738,02. Sedangkan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2018 dan 2019.

IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok di 2019 karena kedua negara itu akan merasakan dampak perang dagang di tahun depan. Presiden AS Donald Trump mengulangi ancaman untuk memberlakukan tarif terhadap impor tambahan Tiongkok senilai USD267 miliar jika Tiongkok melakukan aksi pembalasan.

Samuel Research Team menambahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil reli selama dua hari. Pada perdagangan Selasa 9 Oktober, IHSG ditutup menguat sebanyak 0,62 persen menuju level 5.796. Samuel Research Team melihat IHSG mampu kembali menguat.

“Hal itu seiring dengan perhelatan IMF yang tergolong sukses, dan gerak nilai tukar rupiah yang cenderung stabil,” sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Di sisi lain, ndeks Dow Jones Industrial Average turun 56,21 poin atau 0,21 persen menjadi berakhir di 26.430,57 poin, dan Indeks S&P 500 turun 4,09 poin atau 0,14 persen, menjadi ditutup di 2.880,34 poin. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq meningkat 2,07 poin atau 0,03 persen, menjadi berakhir di 7.738,02 poin.

Patokan imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun naik menjadi 3,26 persen pada awal perdagangan Selasa 9 Oktober, level tertinggi sejak 2011, sebelum tergelincir menjadi sekitar 3,20 persen. Investor telah bergulat dengan suku bunga yang lebih tinggi, setelah serangkaian data ekonomi yang kuat keluar pekan lalu.

(ABD)