Rupiah Diperkirakan Stabil di Rp15.010/USD

Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (UDS) diperkirakan bergerak sideways ke level 95,4-95,5 terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia lainya. Euro masih melemah terhadap USD seiring kekhawatiran akan defisit anggaran Pemerintah Italia yang lebih tinggi dari seharusnya.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan rupiah melemah cukup dalam kemarin didorong kenaikan harga minyak yang cukup tinggi seiring turunya suplai minyak di pasaran dunia akibat sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. Selain itu, tensi perang dagang antara AS-Tiongkok terus meruncing.

“Rupiah kemungkinan bergerak stabil di level Rp15.010 hingga Rp15.060 per USD,” sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 122,73 poin atau 0,46 persen menjadi ditutup pada 26.773,94 poin. Indeks S&P 500 turun 1,16 poin atau 0,04 persen menjadi berakhir di 2.923,43 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 37,76 poin atau 0,47 persen menjadi 7.999,55 poin.

Saham Intel melonjak 3,55 persen pada penutupan, memimpin para pemenang dalam indeks 30 saham utama. Dow juga didorong oleh nama-nama seperti Boeing dan Caterpillar karena investor tetap optimistis pada perusahaan-perusahaan yang sensitif perdagangan, menyusul kesepakatan yang dinegosiasikan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Saham Caterpillar dan Boeing, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, keduanya naik lebih dari satu persen. Saham Apple juga naik. Selasa 2 OktoberĀ  menandai rekor penutupan tertinggi pertama Dow sejak 21 September.

S&P 500 berada di sekitar garis datar, dengan tujuh dari 11 sektor primernya ditutup lebih tinggi. Sektor utilitas naik 1,29 persen, memimpin penguatan dari 11 sektor utama, sementara sektor konsumen diskresioner turun 1,43 persen, memimpin penurunan.

(ABD)