IHSG Berpeluang Sideways

Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada perdagangan terakhirnya seiring tercapainya kesepakatan perdagangan antara AS, Meksiko, dan Kanada, di mana kesepakatan itu akan dinamakan USMCA. Namun demikian, perang dagang antara AS dan Tiongkok masih terus berlangsung.

Sejumlah pejabat AS menyatakan perundingan antara kedua negara itu belum menunjukkan kemajuan. Sekretaris Pertahanan AS diberitakan membatalkan kunjungannya ke Tiongkok seiring memburuknya kondisi perang dagang. Dari pasar komoditas, harga minyak dunia sempat menguat 2,7 persen kemarin dan pagi ini agak terkoreksi di sekitar USD85 per barel.

“Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan relatif sideways melihat dari bursa AS yang ditutup bervariasi, dengan EIDO yang melemah dan sejumlah bursa pagi ini yang menguat tipis,” ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

Data inflasi domestik di September yang mengindikasikan depresiasi rupiah tidak banyak mendorong imported inflation, tambah Samuel Research Team, menjadi angin segar di tengah negatifnya sentimen eksternal dari perang dagang.

“Selain itu, adapula berita negatif dari PMI Indonesia yang turun dari 51,9 pada Agustus menjadi 50,7 pada September yang dipicu oleh depresiasi rupiah,” sebut Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 192,90 poin atau 0,73 persen menjadi berakhir di 26.651,21 poin. Indeks S&P 500 meningkat 10,61 poin atau 0,36 persen menjadi ditutup di 2.924,59 poin. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq turun 9,05 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 8.037,30 poin.

Saham Ford dan General Motors keduanya melonjak lebih dari satu persen menyusul berita kesepakatan perdagangan trilateral. Saham-saham sensitif perdagangan seperti Boeing juga ditutup 2,79 persen lebih tinggi.

Kanada dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan, bersama Meksiko untuk perjanjian perdagangan bebas baru, yang disebut Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), menurut pernyataan bersama dari AS dan Kanada. USMCA akan menggantikan NAFTA yang berusia 24 tahun.

(ABD)