Rupiah Tertekan

Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.

Jakarta: Mata uang rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Pergerakan mata uang rupiah kembali mendekati level Rp15.000 per USD.

Bloomberg, Kamis, 27 September 2018 merekam mata uang rupiah melemah 12 poin dengan berada pada Rp14.922 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 15 poin dengan berada pada Rp14.915 per USD. Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah naik tipis dengan berada pada Rp14.919 per USD.

Indeks dolar diperkirakan stabil ke level 94,0-94,3 terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia lainya pasca kenaikan tingkat suku bunga The Fed sebesar 25 bps ke level 2-2,25 persen.

Pasar telah mem-priced in kenaikan tingkat suku bunga The Fed tersebut dalam satu hingga dua pekan sebelumnya sehingga tidak berdampak terlalu signifikan terhadap penguatan dolar.

Analis melihat The Fed kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga lebih tinggi lagi tahun depan dari dua kali menjadi tiga kali. Kenaikan tingkat suku bunga The Fed tersebut kemungkinan akan diikuti oleh kenaikan tingkat suku bunga BI 7-D RR sebesar 25 bps jelang RDG BI hari ini.

“Rupiah kemungkinan masih bergerak sideways di level Rp14.890 per USD hingga Rp14.920 per USD,” kata Samuel Sekuritas.

(SAW)