Pekan Ini IHSG Bergerak Positif 0,45%

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada perdagangan pekan ini yang kemudian ditutup naik 0,45 persen ke level 5.957,74 poin dari 5.931,28 poin pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar pada pekan ini juga meningkat 0,55 persen ke posisi Rp6.704,19 triliun dari Rp6.667,57 triliun.

Mengutip keterangan resmi BEI, Sabtu, 22 September 2018, rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir naik 12,95 persen menjadi Rp7,29 triliun dari Rp6,45 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga meningkat lima persen menjadi 9,52 miliar unit saham dari 9,06 miliar unit saham pada pekan lalu.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian BEI naik sebanyak 13,62 persen menjadi 398,28 ribu kali transaksi dari 350,53 ribu kali transaksi. Sementara itu, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1.014 triliun di sepanjang pekan ini dan sepanjang 2018 investor asing telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp52,78 triliun.

BEI pada pekan ini mencatatkan dua perusahaan tercatat ke-598 dan 599. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) dan PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) di mana keduanya menjadi pendatang baru dan tercatat pada Papan Pengembangan BEI.

Pada Jumat 21 September, BEI mencatatkan dua obligasi. Obligasi I yang diterbitkan oleh PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLBS) Tahun 2018 resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1,3 triliun. Kemudian Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap IV Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2018 adalah 65 emisi dari 43 perusahaan tercatat senilai Rp80,03 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 363 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp410,23 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 113 perusahaan tercatat.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 90 seri dengan nilai nominal Rp2.280,24 triliun dan USD200 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,48 triliun.

(ABD)