Perusahaan Bakrie Group Ubah Desain Pipa Gas Kalija II

Jakarta: PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana mengubah desain pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) II yang membentang dari Kalimantan ke Jawa menjadi pipa gas Trans Kalimantan.

Corporate Secretary Bakrie & Brothers Christofer A Uktolseja menuturkan perubahan desain ini sudah disampaikan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Perubahan desain ini telah memperoleh persetujuan dari otoritas terkait,” kata Christofer seperti dikutip dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 September 2018.

Christofer menjelaskan proyek tersebut awalnya merupakan implementasi dari perencanaan untuk mengalirkan gas bumi dari Pulau Kalimantan ke PuIau Jawa. Namun karena ada perubahan parameter keekonomian, maka desain proyek tersebut diubah.

“Seiring berubahnya beberapa parameter keekonomian, maka diubah menjadi pengaliran gas bumi untuk memasok kebutuhan di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan,” jelas dia.

Perusahaan Bakrie group akan mulai menjalankan proyek tersebut setelah memperoleh gas sales agreement (GSA) dan gas transportation agreement (GTA) berikut ketersediaan lahan jalur pipa dan perizinannya.

“Diharapkan dapat dimulai tahun ini,” ucap dia.

Saat dikonfirmasi, Anggota BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan BPH Migas telah menyetujui perubahan proyek Kalija II tersebut. Persetujuan perubahan desain itu dikarenakan faktor keekonomian pipa.

“Satu hal lagi yang penting adalah aspek keekonomian pipa,” kata Jugi kepada Medcom.id.

Selain itu, lanjut Jugi, perubahan desain proyek karena memperhatikan keseimbangan gas di Pulau Jawa. Ia melihat gas di Jawa sudah terpenuhi karena adanya pasokan dari lapangan gas sekitar.

“Juga memperhatikan keseimbangan gas Pulau Jawa, dapat dipasok oleh sumber-sumber gas antara lain pasokan LNG via Nusantara Regas, pasokan gas dari Coridor Conocophillips, Jambaran Tiung Biru, Husky, Kris Energy, Tuban dan sebagainya,” sebut dia.

Bakrie & Brothers memperoleh proyek pipa gas Kalimantan Jawa pada 27 Juli 2006. Proyek Kalija terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, sudah mendapatkan gas dari Lapangan Kepodang.

Sementara proyek Kalija II yang menghubungkan Bontang, Kalimantan Timur-Mangkang, Semarang, Jawa Tengah sejauh 1.155 kilometer (km) masih terkendala pasokan gas dan tidak ada calon pengguna gas.

(AHL)