Kepercayaan Investor Asing ke PTPP

Direktur EPC dan Kerjasama Luar Negeri PTPP Abdul Haris Tatang (kiri). (FOTO: dok PTPP)

Jakarta: Perusahaan BUMN konstruksi PT PP (Persero) mengatakan perseroan semakin dipercaya oleh investor asing yang ditunjukkan melalui proyek energi yang sudah digarap.

Perseroan meraih penghargaan internasional dari Asian Power Awards 2018. “Ini merupakan ajang yang bergengsi di Asia yang dijuluki sebagai Oscar di bidang power (energi). Ini juga sikap kepercayaan asing kepada kami,” kata Direktur EPC dan Kerjasama Luar Negeri PTPP Abdul Haris Tatang, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 21 September 2018.

PTPP meraih dua penghargaan untuk Dual Fuel Power Plant of the Year-Gold Award, untuk proyek mobile power plant and fixed type gas engine power plant package VIII-Jayapura dan Kendari powered by Consortium of PTPP and Wartsila.

Dia mengatakan proyek Mobile Power Plant (MPP) Paket VII adalah proyek PLTMG dengan kapasitas 100 megawatt (mw) yang dibagi dalam dua wilayah timur di Jayapura dan Kendari, yakni masing-masing dengan kapasitas 50 mw. Pembangunan di dua kota tersebut merupakan dukungan PTPP terhadap program pemerintah untuk untuk membangun listrik nasional sebesar 35.000 mw.

“PT PLN (Persero) sebagai pemilik proyek MPP Paket 8 menunjuk perseroan sebagai pemimpin dalam konsorsium dengan Wartsila Oy dan PT Wartsila Indonesia untuk menyelesaikan proyek ini. Dengan masa penyelesaian target enam bulan, sebagaimana diamanatkan oleh PLN,” jelas Abdul Haris Tatang.

Kategori kedua, yaitu Geothermal Power Project of the Year-Gold Award untuk Proyek EPCC Rehabilitation Works PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Kamojang Unit 1 powered by PTPP.

Proyek Kamojang merupakan proyek rehabilitasi proses Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi unit 1 di Kamojang dengan kapasitas 30 MW dan merupakan salah satu energi terbarukan. “Rekam jejak yang dimiliki perseroan sebagai EPC yang handal, cepat dan hemat biaya, maka kami diberikan kesempatan untuk menjadi BUMN pertama melakukan rehabilitasi Geothermal Power Plant pertama di Indonesia,” ungkapnya.

Harapan besar proyek di Kamojang, lanjut dia, karena tidak hanya tentang merehabilitasi pembangkit listrik, tetapi juga mengambil bagian dalam rencana pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan. “Dengan kembalinya ada penghargaan ini, maka kami mempertahankan menjadi juara selama tiga tahun berturut-turut,” tukasnya.

(AHL)