Sepekan IHSG Melonjak 0,71%

Jakarta: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ketiga di Desember mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 0,71 persen ke level 6.169,84 dibandingkan dengan posisi 6.126,36 pada penutupan pekan sebelumnya.

Mengutip data BEI, di Jakarta, Sabtu, 15 Desember 2018, seiring dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi bursa selama sepekan naik sebanyak 0,78 persen menjadi sebesar Rp6.992,75 triliun dibandingkan dengan posisi Rp6.938,39 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Untuk data rata-rata perdagangan harian, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan berubah sebanyak 5,47 persen menjadi Rp9,46 triliun dibandingkan dengan Rp10,01 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI naik 3,24 persen menjadi 11,67 miliar unit saham dari 11,30 miliar unit saham dari pekan lalu.

Sedangkan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI berubah sebanyak 8,19 persen menjadi 400,79 ribu kali transaksi dari 436,57 ribu kali transaksi dari pekan lalu. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,3 triliun di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp48,65 triliun.

Di sisi lain, pada Kamis 13 Desember, Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap I Tahun 2018 diterbitkan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) dan mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp750 miliar. Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2018 adalah 86 emisi dari 50 perusahaan tercatat senilai Rp102,24 triliun.

Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 376 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp416,85 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 99 seri dengan nilai Rp2.371,35 triliun dan USD300 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,00 triliun.

Pada pekan ini, terdapat tiga pencatatan saham di BEI, yaitu pada Senin 10 DEsember PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang secara resmi mencatatkan sahamnya di papan pengembangan BEI. URBN dan SOTS menjadi perusahaan tercatat ke-54 dan ke-55 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 2018.

Kemudian pada Rabu 12 Desember PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI. ZONE menjadi perusahaan tercatat ke-56 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 2018.

(ABD)

IHSG Diyakini Melantai di Wilayah Hijau

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat di tengah pernyataan Trump yang tidak akan menaikkan tarif pada barang impor Tiongkok untuk sementara ini, hingga kesepakatan perdagangan terbaru AS-Tiongkok disepakati. Kondisi ini memunculkan optimisme di mata para investor.

Pasar Eropa kemarin, mendahului pernyataan Trump tersebut, ekspektasi terhadap semakin dekatnya kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok menjadi katalis penggerak indeks acuan di Eropa. Pagi ini dari pasar Asia Pasifik, mayoritas indeks acuan yang telah beroperasi perdagangannya dibuka menguat.

“Kami juga melihat data inflasi AS yang cenderung stagnan dan inline dengan proyeksi konsensus menjadi sentimen positif lainnya,” ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Sementara dari pasar komoditas, harga minyak naik di tengah penurunan inventori AS dan pemotongan ekspor dari Libya, sementara harga emas naik di tengah penurunan USD terhadap nilai tukar beberapa negara. Dari data terkini makro, inflasi di November 2018 dilaporkan inline dengan ekspektasi konsensus 2,2 persen YoY vs 2,2 persen YoY.

“Dan lebih rendah dari Oktober 2018 di 2,5 persen secara YoY,” ungkap Samuel Research Team.

Dari pasar dalam negeri, Samuel Research Team melihat potensi penguatan IHSG masih berlanjut, demikian pula dengan momentum January Effect yang diperkirakan masih dimanfaatkan pasar untuk melakukan aksi selektif beli.

“Nilai tukar rupiah menguat ke Rp14.550 dari Rp14.598 di hari sebelumnya, sementara EIDO semalam juga menguat,” pungkas Samuel Research Team.

(ABD)

IHSG Bakal Unjuk Gigi ke Zona Hijau

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi akan semakin unjuk gigi dengan bergerak di zona hijau. Pergerakan IHSG akan berada di 5.955 sampai 6.226.

Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, ditengah gejolak harga komoditas memasuki pertengahan bulan Desember IHSG akan bergerak menguat.

“IHSG semakin menunjukkan aksi yang beringas untuk terus melaju naik ditengah masih bergejolaknya harga komoditas,” kata William dalam riset hariannya, Senin 10 Desember 2018.

William menjelaskan capital inflow berpeluang kembali terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal masih terus meningkat.

Selain itu, penjualan ritel juga diperkirakan mengalami peningkatan dan cadangan devisa juga diperkirakan akan mendorong pergerakan IHSG hari ini.

“IHSG, peluang menguat masih akan terlihat sepanjang perdagangan hari ini,” kata dia.

Wiliam menyebutkan beberapa saham perusahaan yang direkomendasikan untuk dapat dicermati hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Lalu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

(Des)

Pengusaha UKM Diajak Melepas Saham di Pasar Modal

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) untuk dapat melakukan aksi korporasi berupa pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Melalui IPO, anggota JAPNAS diharapkan tidak lagi mengandalkan pendanaan dari perbankan.

Head of Strategy Potential Issuer Development BEI Yogi Brilliana menjelaskan banyak manfaat yang didapat dengan mencatatkam saham. Melalui pencatatan perdana saham, perusahaan mendapatkan pendanaan tanpa batas, meningkatkan peluang kinerja perusahaan, unlocking the value, insentif pajak, kemudahan mendapatkan mitra, dan mempercepat penerapan GCG.

“Saya harapkan teman-teman JAPNAS di sini mau melakukan go public. Tidak hanya mengandalkan dana perbankan,” kata Yogi, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat JAPNAS Bayu Priawan Djokosoetono menyambut baik ajakan BEI. Apalagi, tambahnya, upaya melakukan IPO saat ini tidak sulit. Sekarang pengusaha UKM dengan skala aset minimal Rp5 miliar sudah bisa melantai di bursa efek.

“Ini merupakan peluang bagus bagi kami para pelaku UKM untuk berkembang,” ungkap Bayu.

Bayu berharap anggota JAPNAS yang sebagian besar adalah UKM dapat melakukan aksi ini. Melalui IPO, ia percaya, UKM akan semakin besar. “Dengan melantai di pasar modal maka terbuka masuknya investasi di sektor ini,” imbuh Bayu.

Meski demikian, untuk menarik perusahaan agar dapat go public Bayu meminta kepada pihak bursa untuk lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada UKM. Ia mengakui banyak UKM-UKM yang belum mengerti IPO.

“Masih sedikit UKM yang memahami tata cara untuk mencatatkan di bursa, ditambah lagi adanya berbagai macam persyaratan yang harus dipenuhi UKM untuk go public. Ini lah yang membuat UKM agak ragu untuk go public,” pungkas Bayu.

(ABD)

IHSG Dapat Sentimen Positif dari Pertemuan Xi-Trump

Jakarta: Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di pertemuan G20 akhir minggu lalu memberikan sentimen positif yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasar. Kesepakatan antara kedua negara untuk menunda pengenaan tarif sampai tiga bulan ke depan berhasil menggairahkan pasar.

“Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,03 persen ke 6.118 di hari pertama perdagangan di Desember 2018,” ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Semalam, indeks Dow Jones juga ditutup naik 1,1 persen ke 25.826. Begitu pula S&P 500 dan Nasdaq, masing-masing naik sebesar 1,1 persen dan 1,5 persen. Beberapa hari sebelumnya, pidato Ketua the Fed Jerome Powell juga memberikan sinyal dovish kepada pasar.

Perkiraan kenaikan suku bunga the Fed yang sebelumnya diperkirakan naik tiga kali pada tahun depan, kemungkinan turun menjadi dua kali. Walaupun demikian, bulan ini the Fed diperkirakan menaikkan kembali suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Jumat ini pasar menunggu rilis data ketenagakerjaan non-pertanian AS yang merupakan indikator utama dari tren belanja konsumen di AS. Consensus memperkirakan penambahan tenaga kerja sebesar 200 ribu, yang lebih kecil dari data aktual di bulan sebelumnya sebesar 250 ribu. Angka yang lebih rendah dari consensus akan memberikan sinyal terhadap pelemahan USD.

(ABD)

Data Perdagangan Pasar Saham Masih Positif

Jakarta: Pada pekan terakhir di November, setelah keberhasilan implementasi percepatan penyelesaian tansaksi bursa menjadi T+2, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menorehkan catatan yang positif. Selama sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan 0,83 persen ke level 6.056 dari 6.006 pada pekan sebelumnya.

Mengutip keterangan resmi BEI, di Jakarta, Sabtu, 1 Desember 2018, seiring dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi bursa selama sepekan juga menguat sebanyak 0,91 persen menjadi sebesar Rp6.858,37 triliun dibandingkan dengan Rp6.796,32 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Sementara itu, data perdagangan harian ditutup positif pada penutupan perdagangan pekan ini. Untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan naik paling signifikan di antara data perdagangan harian lainnya yaitu sebesar 53,68 persen menjadi Rp11,24 triliun dibandingkan dengan Rp7,31 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 23,47 persen menjadi 11,56 miliar unit saham dibandingkan dengan 9,37 miliar unit saham dari pekan lalu dan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI naik sebanyak 14,44 persen menjadi 449,60 ribu kali transaksi dari 392,87 ribu kali transaksi dari pekan lalu.

“Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp593 miliar di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp45,58 triliun,” ungkap keterangan resmi BEI tersebut.

Seremoni pembukaan perdagangan BEI pada awal pekan ini, yaitu pada Senin 26 November dibuka oleh Direksi SRO dalam rangka peluncuran percepatan penyelesian transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri di antaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, dan penyelarasan waktu penyelesaian dengan bursa dunia.

Kemudian pada Kamis 29 November pembukaan perdagangan di BEI dilakukan dalam rangka syukuran atas keberhasilan implementasi transaksi bursa T+2 yang dilanjutkan dengan konferensi pers atas keberhasilan pelaksanaan implementasi penyelesaian transaksi bursa T+2.

Pada akhir pekan, Jumat 30 November dibuka oleh Ketua Umum Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) dalam rangka Wisuda Sertifikasi Certified Risk Profesional (CRP), Certified Security Analyst (CSA), danCertified Investment Banking (CIB).

(ABD)

Rupiah Terpeleset, IHSG Merekah

Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah karena mata uang Paman Sam bergerak menguat.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 28 November 2018, rupiah tertekan hingga mencapai 22,5 poin atau setara 0,16 persen ke posisi Rp14.537 per USD.

Adapun pada awal pembukaan perdagangan rupiah sudah tertekan ke level Rp14.533 per USD dibandingkan pergerakan sebelumnya yang berada di level Rp14.515 per USD.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp14.525 per USD. Rupiah melemah 15 poin atau setara 0,10 persen dari pembukaan Rp14.511 per USD.

Sedangkan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan menguat tipis 2,878 poin atau setara 0,048 persen ke posisi 6.016.

Gerak IHSG ditopang sebanyak 857,8 juta lembar saham senilai Rp615,7 miliar. Sebanyak 152 saham, 79 saham melemah, dan 107 saham stagnan.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada sebelumya memprediksikan kembali meningkatnya laju USD seiring kembali munculnya kekhawatiran perang dagang setelah Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap yang tidak akan melunak dengan Tiongkok terkait penentuan tarif barang impor.

“Pergerakan USD kembali menunjukan peningkatannya sehingga cukup menekan pergerakan rupiah,” kata Reza dalam riset hariannya, Rabu, 28 November 2018.

Reza menjelaskan, meski pergerakan rupiah kali ini masih berada di bawah Rp15 ribu namun, bukan berarti telah aman dan dapat dimungkinkan kembali melemah. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.500 per USD sampai Rp14.515 per USD.

(AHL)

Pekan Ini Frekuensi Transaksi Harian Masih Positif

Jakarta: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan mencatatkan peningkatan pada frekuensi transaksi harian sebesar 2,90 persen menjadi 392,86 ribu kali transaksi dari 381,77 ribu kali transaksi dari pekan lalu. Sedangkan untuk data perdagangan harian lainnya seperti rata-rata volume transaksi berubah sebanyak 3,20 persen menjadi 9,36 miliar unit saham.

“Dan untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan terakhir berubah sebanyak 10,29 persen menjadi Rp7,31 triliun dari Rp8,15 triliun pada penutupan pekan sebelumnya,” tulis keterangan tertulis BEI, seperti dikutip di Jakarta, Sabtu, 24 November 2018.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan perubahan 0,10 persen ke level 6.006 dari 6.012 pada pekan sebelumnya. Sedangkan nilai kapitalisasi bursa selama sepekan berubah sebanyak 0,06 persen menjadi sebesar Rp6,79 triliun dari Rp6,80 triliun pada penutupan pekan lalu.

“Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp94 miliar di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp44,99 triliun,” tulis keterangan resmi tersebut.

Pada Kamis 22 November, perdagangan BEI dibuka dalam rangka pencapaian pertumbuhan 200 ribu investor saham pada 2018 dan dilanjutkan dengan acara Galeri Investasi BEI Awards 2018. Sejak meluncurkan program kampanye Yuk Nabung Saham tiga tahun silam, jumlah investor baru saham di BEI di sepanjang 2018 telah tercatat 200.935 single investor identification (SID).
 
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 19 November 2018, total jumlah investor saham di BEI telah mencapai 829.426 SID. Jumlah tersebut meningkat 31,97 persen dibandingkan dengan total capaian jumlah investor di akhir 2017 sebesar 628.491 SID.

“Dengan demikian sampai saat ini telah tercatat total jumlah investor keseluruhan di pasar modal adalah sebanyak 1.567.869 SID,” tutup keterangan resmi BEI.

(ABD)

Tekanan Global Bayangi Gerak Pasar Saham Indonesia

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dibayangi tekanan global sehingga geraknya akan terbatas. Tekanan global tersebut di antaranya ketidakpastian ekonomi global dari konflik perang dagang, dan kritikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kebijakan moneter the Fed.

Fund Manager Valbury Sekuritas Indonesia Suryo Narpati menjelaskan pernyataan Trump terkait Tiongkok telah gagal mengubah praktik perdagangan yang tidak adil terhadap Amerika Serikat. Hal ini menambah ketegangan menjelang pertemuan antara Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir bulan ini.

Sementara mengenai kritikan terhadap kebijakan moneter the Fed, Trump mengatakan, bank sentral Amerika Serikat sebagai penyebab terganggunya pasar saham dan ekonomi Amerika saat ini. Trump berharap the Fed menurunkan tingkat suku bunga acuannya.

“Ketidakpastian global dari konflik perang dagang dan kritikan Trump terhadap the Fed masih membayangi pergerakan pasar global,” ujar Suryo, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Ia melihat pergerakan IHSG masih berpotensi menguat terbatas dan cenderung terkoreksi. Adapun pergerakan IHSG hari ini berada di rentang support 5.841-5.911 dan rentang resisten 5.982-6.052. “Kendati demikian potensi tekanan terhadap pasar sedikit mereda dan diperkirakan koreksi IHSG cenderung terbatas pada hari ini,” ucap dia.

Senada dengan Suryo, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menilai pergerakan IHSG hari ini mengalami tekanan. “IHSG kembali bertahan pada level support dengan support dan resisten di 5.900-6.000,” sebut Lanjar.

Beberapa saham yang direkomendasikan hari ini yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

(ABD)

Rupiah Bertengger di Level Rp14.500-an

Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini menguat tajam. Rupiah bertengger di level Rp14.500-an per USD.

Mengutip Bloomberg, Senin, 19 November 2018, rupiah dibuka ke level Rp14.545 per USD dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan yang berada di Rp14.611 per USD.

Rupiah terpantau menguat hingga 44 poin atau setara 0,30 persen. Namun demikian, rupiah bergerak fluktuatif ke posisi Rp14.567 per USD.

Sedangkan mencatat data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.585 per USD. Rupiah menguat hingga mencapai 23 poin atau setara 0,16 persen.

Senior Analyst CSA Research Reza Priyambada memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini akan berada pada kisaran Rp14.595 sampai Rp14.615 per USD.

“Harapan akan berlanjutnya kenaikan Rupiah dapat memenuhi pelaku pasar seiring dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri,” dalam riset hariannya, Senin, 19 November 2018.

Di sisi lain dari sisi global, Reza menjelaskan penguatan mata uang Eropa (EUR) bisa menjadi katalis penguatan rupiah. Penguatan EUR bisa terjadi jika masalah keuangan Italia terpecahkan.

Di sisi lain, gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berada di level 6.000-an. IHSG terpantau menguat 7,254 poin atau setara 0,121 persen ke 6.019.

Sementara itu volume perdagangan tercatat sebanyak 1,2 miliar lembar senilai Rp1,25 triliun. Sebanyak 176 saham menguat, 93 saham melemah, 126 saham stagnan, dan terjadi 64.743 kali frekuensi.

(AHL)

Rupiah Siap Pamer Kekuatan

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan menguat terhadap sejumlah mata uang kuat dunia seperti euro dan poundsterling. Indeks USD akan bergerak di level 96,9-97,1 hari ini didorong kembali oleh meningkatnya ketidakpastian di kawasan Eropa setelah sejumlah menteri di kabinet Theresa May mundur.

“Hal itu terjadi seiring ketidaksetujuan mereka terhadap beberapa poin kesepakatan keluarnya Inggris dari Eropa atau Brexit,” ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 16 November 2018.

Adapun USD kembali menjadi aset safe heaven di tengah ketidakpastian tersebut dan juga mendorong turunnya imbal hasil surat utang Pemerintah AS. Sedangkan rupiah diperkirakan menguat hari ini usai dinaikannya tingkat suku bunga BI 7-D RR oleh BI sebanyak 25 bps menjadi enam persen yang memberikan efek kejut positif bagi pasar saham dan obligasi.

Kenaikan tingkat suku bunga tersebut merupakan respons yang positif dari BI setelah rilis data neraca perdagangan mengalami defisit yang cukup lebar sebesar USD1,8 miliar di Oktober dibandingkan dengan September yang surplus sebesar USD227 juta.

“Rupiah diperkirakan bergerak menguat ke level Rp14.500 sampai dengan Rp14.600 per USD,” kata Ahmad Mikail.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 208,77 poin atau 0,83 persen, menjadi berakhir di 25.289,27 poin. Indeks S&P 500 naik 28,62 poin atau 1,06 persen, menjadi ditutup di 2.730,20 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 122,64 poin atau 1,72 persen lebih tinggi, menjadi 7.259,03 poin.

Saham Apple melonjak 2,47 persen menjadi ditutup pada USD191,41 setelah melemah sesi sebelumnya. Saham perusahaan mengalami kerugian curam awal pekan ini dan merosot ke wilayah bearish pada Rabu 14 November karena diperdagangkan lebih dari 20 persen di bawah tingkat tertinggi sepanjang waktu baru-baru ini.

(ABD)

Rupiah Keok di Rp14.862/USD

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat terhempas ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.820 per USD. Kendati demikian, mulai masuknya arus modal ke dalam negeri diharapkan bisa menekan pelemahan lebih lanjut.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 13 November 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp14.862 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.862 hingga Rp14.878 per USD dengan year to date di 9,76 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.666 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 602,12 poin atau 2,32 persen menjadi ditutup di 25.387,18 poin. Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 54,79 poin atau 1,97 persen menjadi berakhir pada 2.726,22 poin dan Komposit Nasdaq ditutup turun 206,03 poin atau 2,78 persen menjadi 7.200,87 poin.

Saham Apple jatuh 5,0 persen setelah beberapa pemasok ke perusahaan, termasuk Lumentum Holdings Inc, yang komponennya menggerakkan teknologi Face ID iPhone, memangkas proyeksi mereka. Penurunan Apple menghambat Nasdaq, yang turun lebih dari dua persen.

Kemudian saham Lumentum anjlok sebanyak 33,0 persen. Bahkan, saham beberapa produsen cip yang dijual ke Apple, seperti Cirrus Logic Inc, Qorvo Inc dan Skyworks Solutions Inc, juga rontok. Indeks Philadelphia SE Semiconductor jatuh 4,4 persen.

“Kekhawatirannya adalah tentang pertumbuhan ekonomi global, khususnya permintaan untuk produk perusahaan seperti Apple. Investor menjadi lebih risau tentang perusahaan-perusahaan yang tumbuh pesat dan apakah mereka akan terus tumbuh pada kecepatan itu,” kata Ahli Strategi Investasi Edward Jones Kate Warne, di St Louis.

Saham Goldman Sachs jatuh 7,5 persen setelah Bloomberg melaporkan bahwa Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan negara itu menuntut pengembalian dana penuh dari semua biaya yang dibayarkan ke bank Wall Street untuk mengatur kesepakatan miliaran dolar AS untuk dana negara yang bermasalah 1MDB.

(ABD)

BEI Terapkan Sistem Perhitungan Baru Tahun Depan

Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerapkan metode baru untuk menghitung indeks minimum jumlah saham emiten yang beredar atau (free float adjusted indeks). Perhitungan indeks jumlah saham terhadap kapitalisasi pasar ini akan diberlakukan pada Februari 2019.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menjelaskan sistem baru tersebut hanya diterapkan pada dua indeks, yakni LQ45 dan IDX30. Total saham minimum yang dimiliki investor kurang dari lima persen.

“Penyesuaian sistem free float akan terjadi penyesuaian (adjustment) dari saham-saham yang telah ada dalam indeks LQ45 dan IDX30,” ujar Laksono saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Ia menambahkan penerapan free float bertujuan untuk memberikan gambaran real nilai saham yang dapat diperoleh investor. Namun, ketentuan itu tidak berlaku bagi pemegang saham pengendali atau strategis.

“Kalau perusahaan market cap-nya besar tapi free float-nya kecil, kan kasihan aset manager karena tidak ada barang,” katanya.

Lebih lanjut, saham-saham dalam indeks LQ45 dan IDX30 bakal dihitung ulang berdasarkan jumlah saham beredarnya dan dari sisi likuiditas serta fundamental emiten yang bersangkutan.

Penerapan free float ini pun ditargetkan terealisasi pada semester I-2019. “Awal Februari dengan masa adjustment,” pungkas dia.

(AHL)

IHSG Cenderung Menguat

Jakarta: Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan terakhirnya seiring ekspektasi investor bahwa hasil pemilu sela akan memberikan kepastian untuk pasar. Investor memperkirakan adanya aksi ambil untung dalam waktu dekat, jika Partai Demokrat menguasai kendali di House maupun Senat.

“Sebaliknya, bursa saham dapat reli didorong ekspektasi pemangkasan pajak lebih lanjut, jika kubu Republik mempertahankan kendali di House,” ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Di domestik, Samuel Research Team menambahkan, angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 melebihi ekspektasi dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen tercapai di akhir tahun sehingga memberi sentiment positif. Sedangkan rupiah masih berada di bawah level Rp15.000 per USD.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup datar kemarin dengan jual bersih di pasar reguler Rp854 miliar. IHSG diperkirakan cenderung menguat merespons beberapa sentimen,” sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 173,31 poin atau 0,68 persen menjadi 25.635,01. Sedangkan S&P 500 naik 17,14 poin atau 0,63 persen menjadi 2.755,45. Indeks Nasdaq Composite naik 47,11 poin atau 0,64 persen menjadi 7.375,96.

Hasil pemilihan sela Amerika Serikat diperkirakan akan mengirimkan riak ke seluruh sudut di pasar modal. Di sisi ekonomi, jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi tujuh juta pada hari kerja terakhir September, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan.

Investor terus mencermati apakah Demokrat akan mencengkeram kembali kendali Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Republik akan memegang mayoritas di Senat. Banyak yang percaya bahwa hasil pemilu sela, terutama partai mana yang dapat mengendalikan DPR dan Senat, niscaya akan mempengaruhi pasar saham, USD, dan harga emas.

(ABD)